Belajar Dari Tukang Telur

Posted: July 19, 2010 in Uncategorized

c09e7b7f9b8f230a5749a4c971560116.jpg

SAYA ini termasuk orang yang paling suka kelayaban. Tak betah di rumah. Entah mengapa? Meskipun barang satu hari saja. Biasanya – pada hari-hari biasa – saya selalu dipenuhi dengan aktifitas mengajar Bahasa Inggris (padahal bahasa Inggris saya tidak bagus-bagus amat) dan pergi ke tempat-tempat yang bisa membangkitkan inspirasi. Kalau pun terpaksa harus mendekam di rumah, itu tidak lebih dari melakukan aktifitas-aktifitas rutin yang saya rasa wajib dan memang harus di lakoni, seperti tidur, mencuci baju-baju (biasanya selang satu pekan, saya baru melakukan aktifitas yang satu ini), dan menulis.

Mengapa saya suka sekali pada jalanan? Karena saya pikir, di jalanan lah saya bisa mendapatkan sebuah pelajaran yang ‘maha berharga’ guna dijadikan sebuah refleksi akan sebuah revitalisasi misi, yang tidak akan saya dapatkan dalam buku manapun. Meskipun tebalnya mencapai ribuan lembar. Karena pula pengalaman menggambarkan sebuah realitas yang terkadang begitu mengetuk, bahkan sering kali menggedor relung hati yang kemudian melesak jauh kedalam ruang intuisi saya. Berbeda dengan buku, yang terkadang hanya menyodorkan teori-teori ‘kering’ dan pengalaman orang dalam menghadapi sebuah realitas yang dinamakan kehidupan. Walaupun terkadang pengalaman orang bisa saja hinggap pada individu kita, tetapi pada dasarnya masing-masing kepala mempunyai cara penyikapan yang berbeda dalam setiap problema.

Semisal contohnya, setiap kali saya melihat sesuatu yang saya anggap luar biasa menurut ukuran saya, saya akan berujar dalam hati kecil; “Kapan ya, kira-kira saya bisa seperti itu?” atau bisa saja batin saya berbisik; “Bisakah saya menjadi seperti itu?” namun celakanya, sering kali hal yang saya anggap ‘luar biasa’ itu selalu berkaitan dengan hal-hal yang bersifat duniawi atau materi. Seperti ketika melihat sebuah rumah atau kendaraan bagus, contohnya. Obsesi saya terkadang mengatakan; “Mampukah saya memilikinya dalam jangka waktu dekat ini?” Baca entri selengkapnya »

Advertisement
Comments
  1. Mr WordPress says:

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s