<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Herrywijayah&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://herrywijayah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://herrywijayah.wordpress.com</link>
	<description>Hanya Ingin belajar dan terus belajar...mengejar impian dan cita-cita yang tertunda.</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 09:59:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='herrywijayah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Herrywijayah&#039;s Blog</title>
		<link>http://herrywijayah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://herrywijayah.wordpress.com/osd.xml" title="Herrywijayah&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://herrywijayah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>1000 kupu-kupu untuk ann</title>
		<link>http://herrywijayah.wordpress.com/2010/07/27/1000-kupu-kupu-untuk-ann/</link>
		<comments>http://herrywijayah.wordpress.com/2010/07/27/1000-kupu-kupu-untuk-ann/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 09:58:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herrywijayah.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah sebuah cerita tentang sepasang kekasih remaja yang datang merantau ke Negeri Kanguru agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik dikemudian hari nanti ketika telah pulang kampung. Sebut saja laki-laki itu dengan nama John dan perempuan dengan Ann. John dan Ann bertemu di sebuah cafe dimana mereka berdua bekerja bersama. Cinta mereka bermulai dari sana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herrywijayah.wordpress.com&amp;blog=14754464&amp;post=20&amp;subd=herrywijayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://herrywijayah.files.wordpress.com/2010/07/twilight_new.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-21" title="twilight_new" src="http://herrywijayah.files.wordpress.com/2010/07/twilight_new.jpg?w=300&#038;h=286" alt="" width="300" height="286" /></a>Ini adalah sebuah cerita tentang sepasang kekasih remaja yang datang merantau ke Negeri Kanguru agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik dikemudian hari nanti ketika telah pulang kampung. Sebut saja laki-laki itu dengan nama John dan perempuan dengan Ann.</p>
<p>John dan Ann bertemu di sebuah cafe dimana mereka berdua bekerja bersama. Cinta mereka bermulai dari sana dan hubungan mereka berjalan lancer-lancar saja selama setahun. Dalam masa pacaran mereka John selalu rajin membuat kupu-kupu dari kertas berwarna-warni buat Ann. John melakukan semua itu hanya ingin membahagiakan Ann yang cita-citanya ingin menjadi seekor Kupu-kupu yang cantik dan bisa terbang kesana kemari untuk membawakan keindahan kepada setiap orang.</p>
<p>Hari demi hari berlalu, mereka pun jadi jarang sekali bisa bertemu karena Ann pindah kerja di tempat lain, tetapi itu semua tidak mengubah cinta John kepada Ann. Semuanya dibuktikan John dengan meminta cuti kepada atasan sesekali dalam sebulan untuk mengunjungi Ann dan mengajaknya jalan-jalan. Bahkan John secara diam-diam bertekad untuk menggunting Seribu Kupu-kupu buat Ann.</p>
<p>John dari awal hendak memberikan kejutan 1000 kupu-kupu kepada Ann dihari ulang tahunnya yang akan segera tiba. Tetapi Tuhan berkehendak lain, karena seminggu sebelum harinya tiba Ann berkata kepada John kalau dia ingin back for good ke Indonesia. Ann tiba-tiba bilang kalau dia pulang ingin menikah dengan seorang pengusaha yang kaya.</p>
<p>Ann berkata,”pernikahan adalah masalah yang paling penting bagi seorang perempuan dan merupakan jalan menuju kehidupan yang kedua kalinya, jadi aku harus menggunakan kesempatan ini dengan baik. Aku tidak bisa bersama mu lagi,kamu terlalu miskin, kalau kerja begitu terus selamanya tak akan mengubah hidup kita menjadi lebih baik. Aku tidak bisa bayangkan bagaimana jadinya hidupku ini kalau menikah dengan mu. Aku sudah letih dan bosan jadi orang miskin.”</p>
<p>Sejak detik itu juga pupus lah keinginan John untuk memberikan surprise 1000 kupu-kupu yang telah ia rencanakan jauh-jauh hari. Bahkan saat mendengar semua itu dari mulut Ann, hati John terasa ditikam pisau, mulutnya seakan membeku diam seribu bahasa, tetapi kelopak matanya masih sanggup menahan linangan air mata, dan detakan jantungnya seolah tidak terasa waktu itu. John benar-benar tidak bisa lagi mencari alasan untuk menahan Ann agar tetap bersama dia.</p>
<p>Setelah kejadian itu mereka kehilangan kontak. Dan John pun bekerja keras siang dan malam, bahkan bekerja dibeberapa tempat kerja part time. Semua pekerjaan dilakukan dengan sangat baik dan tekun.</p>
<p>Beberapa tahun berlalu, akhirnya kerja keras John pun membuahkan hasil yang memuaskan karena sang pemilik cafe mempercayakan dia untuk menjalankan bisnisnya itu. Hanya dalam waktu singkat John berhasil mengembangkan bisnisnya menjadi besar dan mempunyai beberapa cabang di Negara lain.</p>
<p>Walupun sudah menjadi kaya, John tetap tidak menjadi sombong dan hatinya selalu mencintai Ann yang telah lama meniggalkan dia. Hingga pada suatu hari John pulang kampung sebentar sekaligus untuk mencari tahu bagaimana kehidupan Ann disana. Dan ingin membuktikan bahwa kata-katanya sebelum pergi telah membuat dia menjadi seorang yang berhasil, serta ingin memberikan kupu-kupu itu kepada dia.</p>
<p>Ketika sampai di rumah orang tua Ann, John langsung menanyakan kabar tentang Ann dan bagaimana hidupnya sekarang dan ingin sekali bertemu dengan dia. Tetapi Orang Tua Ann tidak menjawab pertanyaan John sama sekali dan langsung membawa John ke halaman belakang. John malah kebingungan karena tidak dilihatnya ada Ann di taman kecil itu.</p>
<p>Dan John pun merasa heran dan bertanya lagi kepada ibunya Ann, kenapa mambawa dia kesitu dan kenapa tidak beritahu dia dimana Ann berada. ‘Silahkan lihat kearah sana yang penuh bunga itu’,jawab ibunya. Setelah berjalan mendekat kesana ternyata hanya ada sebuah Nisan yang bertuliskan nama Annie Caroline.</p>
<p>Langsung John dengan penuh kesedihan bertanya kepada ibunya sebenarnya apa yang terjadi. Ini makam siapa? “Itulah anakku Ann dan orang yang ingin Anda temui,”jawab ibu. “Sebenarnya Ann tidak menikah dengan siapapun, tetapi dia telah pergi ke surga setelah tidak lama kembali dari Sydney. Dia divonis oleh dokter bahwa dia terkena sejenis penyakit kanker otak dan hidupnya tidak lebih dari sebulan lagi.” Setelah mendengar cerita itu lutut John tidak kuat lagi untuk menahan berat badannya. Dan kelopak matapun tidak sanggup lagi menahan air mata yang telah jatuh berlimpahan di depan Ann.</p>
<p>Sambil berlutut dia memegang nisan Ann dan menemukan tulisan disampingnya <strong>“Aku sangat bahagia bisa bersamamu, walaupun tidak selamanya. Kini Ku telah Jadi Kupu-Kupu di Dunia lain. Semoga Engkau bahagia selalu.”</strong></p>
<p>Kemudian ibunya menjelaskan, “tulisan itu adalah pesan Ann sebelum dia meniggal, dan berpesan agar kamu bisa memaafkannya karena dulu telah menyakiti mu dan itu semua dia lakukan agar kamu bisa mempunyai masa depan yang lebih baik dan hidup yang lebih bahagia.”</p>
<p>Pada malam itu juga merupakan malam ulang tahun Ann, dan John pun menggantungkan semua kupu-kupu yang telah dia simpan selama bertahun-tahun di taman kecil itu dan menyalakan 99 lilin tanda cintanya kepada Ann yang selamanya tidak akan berubah.</p>
<p>Kupu-Kupu itu terliat begitu indah dengan warna yang beraneka ragam serta disinari lilin dan terangnya Bulan pada malam itu. Saat itu juga John merasa sangat bahagia sekali karena bisa melewati malam tahun baru bersama Ann dan telah mengabulkan keinganan Ann.</p>
<p>Akhir kata, <strong>Janganlah membenci orang yang telah menyakiti kita karena dibalik semua itu pasti ada sebab dan hikmah yang berharga. Janganlah putus asa dengan mudah, karena selama nafas masih ada masalah pasti tidak akan berhenti datang juga.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Dipopulerkan Youngster sidney <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herrywijayah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herrywijayah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herrywijayah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herrywijayah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herrywijayah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herrywijayah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herrywijayah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herrywijayah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herrywijayah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herrywijayah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herrywijayah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herrywijayah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herrywijayah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herrywijayah.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herrywijayah.wordpress.com&amp;blog=14754464&amp;post=20&amp;subd=herrywijayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herrywijayah.wordpress.com/2010/07/27/1000-kupu-kupu-untuk-ann/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de17eb171b0567dda3a1d61143c8339a?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herrywijayah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herrywijayah.files.wordpress.com/2010/07/twilight_new.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">twilight_new</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budaya Nyawer Versus Sakralism</title>
		<link>http://herrywijayah.wordpress.com/2010/07/19/10/</link>
		<comments>http://herrywijayah.wordpress.com/2010/07/19/10/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 08:15:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herrywijayah.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Gimana? Masih mau digoyang? Tarik, mang… Ooogaaahh pulanggg…!! Suatu ketika, ketika saya sedang dalam perjalanan pulang, saya terjebak macet. Macet? Ya, kata yang satu ini bukanlah merupakan barang antik apalagi langka bagi seluruh penghuni belantara metropolitan ini. Setiap hari, terutama Rush-hour, kemacetan laksana Koran harian nasional yang bisa anda dapatkan dimana saja, kapan saja. Tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herrywijayah.wordpress.com&amp;blog=14754464&amp;post=10&amp;subd=herrywijayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Gimana? Masih mau digoyang?</em></p>
<p><em>Tarik, mang… Ooogaaahh pulanggg…!!</em></p>
<p>Suatu ketika, ketika saya sedang dalam perjalanan pulang, saya terjebak macet. Macet? Ya, kata yang satu ini bukanlah merupakan barang antik apalagi langka bagi seluruh penghuni belantara metropolitan ini. Setiap hari, terutama <em>Rush-hour</em>, kemacetan laksana Koran harian nasional yang bisa anda dapatkan dimana saja, kapan saja.</p>
<p>Tapi kemacetan yang saya alami ini agak sedikit unik. Unik? Ya bisa dikatakan begitu. Unik karena jalur yang saya tempuh menuju rumah adalah jalur alternatif, kalau tidak ingin dikatakan jalur kampung, dimana sangat jarang sekali terjadi hal seperti ini. Awalnya, dalam hati saya juga agak sedikit aneh. Tidak biasa-biasanya, pikirku.</p>
<p>Tak selang dalam hitungan menit, saya pun menyadari, rupanya kemacetan ini dipicu karena ada salah satu warga disitu yang menyelenggarakan hajatan (lebih tepatnya dikatakan pernikahan anaknya). Dan lazimnya budaya pop saat ini, dimana orang kampung mengadakan hajatan, orkes dangdut terasa hal yang wajib untuk diadakan. Begitu juga halnya dimana ada orkes dangdut, maka ‘nyawer’ merupakan salah satu pelengkap yang tidak boleh disia-siakan begitu saja.</p>
<p>Aku juga heran, seingatku dulu, jauh ketika aku masih duduk dibangku Sekolah Dasar, acara hajatan tak lengkap tanpa adanya bioskop rakyat, yang layarnya berbalut spanduk putih besar ditumpu oleh dua tiang bambu panjang yang menjaganya. Orang biasa menyebutnya ‘Lacar Tancap’. Tapi kini, seolah-oleh budaya tersebut sudah lekang dimakan zaman. Orang lebih memilih orkes dangdut bila dibandingkan dengan hal diatas. </p>
<p>Ada fenomena menarik yang saya amati dari budaya orkes dangdut tersebut. Yang pertama, Artis/ biduwanita pembawa lagunya. Hal ini dirasa sangat penting dan bisa dikatakan ujung tombak bagi para pengusaha penyedia hiburan orkes dangdut tersebut. Mengapa saya katakan penting? Penting karena fakta lapangan, setidaknya mengambarkan fenomena bahwa penonton tidak terlalu peduli atau ambil pusing mengenai kualitas olah vokal yang bisa bikin mba ii atau Indra Lesmana sakit kuping selama tujuh hari, tujuh malam. Penonton, atau lebih tepatnya disebut masyarakat awam, terlalu lugas untuk hal tersebut. Mereka hanya butuh tontonan, lain tidak. Oleh karena itu, meski suara agak serak-serak banjir, <em>sing penting goyangane’ mang</em>….!</p>
<p>Yang kedua, sebagaimana yang telah saya sebutkan diatas dan kiranya menjadi titik bahasan kita kali ini, adalah Nyawer. Sawer atau nyawer berasal dari bahasa sunda dan bahasa Jawa yang berarti ‘Melempar uang kekhalayak ramai’. Awalanya budaya ini dilakukan pada saat upacara pernikahan. Hal ini dilakukan semata-mata dengan harapan bahwa si pe-nyawer dapat diberikan kelapangan rizki dan kemudahan dalam menghadapi urusan-urusannya dikemudian hari kelak. Tapi selang waktu berjalan, nyawer lebih lekat maknanya kepertunjukan orkes dangdut. Dimana ada orkes dangdut, disitulah eksis budaya nyawer.</p>
<p>Yang saya heran adalah, para pelaku nyawer, biasanya, berasal dari orang/ kalangan yang teramat biasa, kalau tidak ingin dikatakan pas-pasan. Seperti dikampungku, contohnya. Biasanya yang paling <em>getol</em> melakukan aksi tersebut, sebutlah bang Bonje. Padahal sehari-hari, profesinya adalah pengendara ojek. Yang kita bisa mengestimasi pendapatan per-harinya sudah pasti tak sebesar pengendara pesawat terbang.</p>
<p>Pada beberapa kesempatan, misalnya, nyawer biasanya untuk mengukuhkan identitas pribadi si pelakunya. Tentu saja, si-penyawer akan merasa malu apabila ia berlenggok-lenggok ria dihadapan sang biduwanita dengan lembaran duit ribuan. Bisa dipastikan ia akan menggengam uang setidaknya dua puluh, lima puluh, bahkan sampai seratus ribuan ditangannya. Pertanyaan dasar saya adalah, mengapa mereka begitu ‘ikhlas’ mengeluarkan hasil jerih payah mereka dalam hitungan menit setelah berpacu dengan kerasnya hidup dalam hitungan bulanan? Atau yang lebih parah lagi – jikalau mereka sudah punya anak dan istri – tega-teganya melepas jumlah tersebut ketangan biduwanita yang boro-boro kenal akrab, wong tahu nomor HP-nya saja sudah terhitung ‘anugrah’ dibandingkan dengan memberikan uang tersebut ketangan istrinya yang telah setiaa menemani mereka selama belasan, bahkan puluhan tahun?</p>
<p>Satu lagi yang membuat saya demikian masygul. Acara tersebut (orkes dangdut) biasanya dan memang sudah dapat dipastikan diselenggarakan ditempat publik, dalam kata lain bisa disaksikan siapa saja, tak pandang usia. Baik mas-mas, ibu-ibu, janda-janda, bahkan parahnya disaksikan juga oleh anak-anak yang masih dibawah umur.</p>
<p>Tak terpikirkah para penyelenggara ataupun penyedia hiburan tersebut oleh dampak yang akan ditimbulkan? Bagaimana bila anak-anak yang dalam hal ini belum memiliki ‘filter’ yang cukup baik untuk menyaksikan adegan tersebut?</p>
<p>Demikian juga ibu-ibu. Saya agak heran juga mereka menonton acara tersebut, seolah-oleh ikhlas melihat anak yang dibawanya untuk menyaksikan orkes tersebut yang otomatis akan mempengaruhi mental si anak tersebut?</p>
<p>Setahu saya, di Negara Amerika sekalipun, yang notabene-nya Negara Liberal, mereka tidak sembarangan menyelenggarakan acara yang mengumbar tarian erotis disembarang tempat. Apabila hal itu terjadi, maka pihak keamanan tidak akan main-main untuk memberikan hukum bagi pihak penyelenggara.</p>
<p>Juga sadarkah kita bahwa acara-acara tersebut, seringkali, diadakan dimoment-moment yang cukup sakral, seperti sunatan dan pernikahan… </p>
<p>Atau barangkali, kita sudah menganggap kedua moment diatas sudah tidak lagi sakral???</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herrywijayah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herrywijayah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herrywijayah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herrywijayah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herrywijayah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herrywijayah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herrywijayah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herrywijayah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herrywijayah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herrywijayah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herrywijayah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herrywijayah.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herrywijayah.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herrywijayah.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herrywijayah.wordpress.com&amp;blog=14754464&amp;post=10&amp;subd=herrywijayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herrywijayah.wordpress.com/2010/07/19/10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de17eb171b0567dda3a1d61143c8339a?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herrywijayah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Tukang Telur</title>
		<link>http://herrywijayah.wordpress.com/2010/07/19/hello-world/</link>
		<comments>http://herrywijayah.wordpress.com/2010/07/19/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 02:24:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herrywijayah.wordpress.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[SAYA ini termasuk orang yang paling suka kelayaban. Tak betah di rumah. Entah mengapa? Meskipun barang satu hari saja. Biasanya – pada hari-hari biasa – saya selalu dipenuhi dengan aktifitas mengajar Bahasa Inggris (padahal bahasa Inggris saya tidak bagus-bagus amat) dan pergi ke tempat-tempat yang bisa membangkitkan inspirasi. Kalau pun terpaksa harus mendekam di rumah, itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herrywijayah.wordpress.com&amp;blog=14754464&amp;post=1&amp;subd=herrywijayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><img src="http://anton-rustanto03.blogspirit.com/media/02/00/f9783fce28691c2ceab39740aa65c40c.jpg" alt="c09e7b7f9b8f230a5749a4c971560116.jpg" /></p>
<p>SAYA ini termasuk orang yang paling suka kelayaban. Tak betah di rumah. Entah mengapa? Meskipun barang satu hari saja. Biasanya – pada hari-hari biasa – saya selalu dipenuhi dengan aktifitas mengajar Bahasa Inggris (padahal bahasa Inggris saya tidak bagus-bagus amat) dan pergi ke tempat-tempat yang bisa membangkitkan inspirasi. Kalau pun terpaksa harus mendekam di rumah, itu tidak lebih dari melakukan aktifitas-aktifitas rutin yang saya rasa wajib dan memang harus di lakoni, seperti tidur, mencuci baju-baju (biasanya selang satu pekan, saya baru melakukan aktifitas yang satu ini), dan menulis.</p>
<p>Mengapa saya suka sekali pada jalanan? Karena saya pikir, di jalanan lah saya bisa mendapatkan sebuah pelajaran yang ‘maha berharga’ guna dijadikan sebuah refleksi akan sebuah revitalisasi misi, yang tidak akan saya dapatkan dalam buku manapun. Meskipun tebalnya mencapai ribuan lembar. Karena pula pengalaman menggambarkan sebuah realitas yang terkadang begitu mengetuk, bahkan sering kali menggedor relung hati yang kemudian melesak jauh kedalam ruang intuisi saya. Berbeda dengan buku, yang terkadang hanya menyodorkan teori-teori ‘kering’ dan pengalaman orang dalam menghadapi sebuah realitas yang dinamakan kehidupan. Walaupun terkadang pengalaman orang bisa saja hinggap pada individu kita, tetapi pada dasarnya masing-masing kepala mempunyai cara penyikapan yang berbeda dalam setiap problema.</p>
<p>Semisal contohnya, setiap kali saya melihat sesuatu yang saya anggap luar biasa menurut ukuran saya, saya akan berujar dalam hati kecil; “Kapan ya, kira-kira saya bisa seperti itu?” atau bisa saja batin saya berbisik; “Bisakah saya menjadi seperti itu?” namun celakanya, sering kali hal yang saya anggap ‘luar biasa’ itu selalu berkaitan dengan hal-hal yang bersifat duniawi atau materi. Seperti ketika melihat sebuah rumah atau kendaraan bagus, contohnya. Obsesi saya terkadang mengatakan; “Mampukah saya memilikinya dalam jangka waktu dekat ini?” Baca entri selengkapnya »</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herrywijayah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herrywijayah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herrywijayah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herrywijayah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herrywijayah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herrywijayah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herrywijayah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herrywijayah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herrywijayah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herrywijayah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herrywijayah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herrywijayah.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herrywijayah.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herrywijayah.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herrywijayah.wordpress.com&amp;blog=14754464&amp;post=1&amp;subd=herrywijayah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herrywijayah.wordpress.com/2010/07/19/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de17eb171b0567dda3a1d61143c8339a?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herrywijayah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anton-rustanto03.blogspirit.com/media/02/00/f9783fce28691c2ceab39740aa65c40c.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">c09e7b7f9b8f230a5749a4c971560116.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
